Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Sua Kafi

Gambar
(Bingung bikin judul 😪)
Yang pantas untuk di kenang, belum tentu pantas untuk di bagi. Memang. Tapi masalahnya, saya tidak bisa memastikan apa catatan ini akan selamanya berada di ponselku agar bisa kukenang. Atau sebuah kecelakaan terjadi sehingga aku tak bisa membacanya lagi.
Jadi biarpun orang-orang selalu bilang, internet is not you diary, saya tetap akan mempublikasikan ini.
Dibanding sebelum-sebelumnya. Ini adalah bukber bareng TC yang paling singkat perencanaannya. H-1 dong! Awalnya, saya dan Intan berencana pergi pada tanggal 12 Juni, bersamaan dengan jadwal rilis Bintang. Tetapi sesudah dirundingkan, kami memilih tanggal 11. Beruntung Gramedia Botani Square sudah memajang Bintang beberapa hari sebelum jadwal resmi rilisnya.
Dan yang paling spesial dari semuanya. Kali ini Galuh ikut! Beneran deh, terakhir saya ketemu Galuh itu tiga tahun lalu pas perpisahan SMP. Dan jelas kangen banget sama makhluk satu ini.
Jadi ketika itu, saya berangkat jam satu siang. Setelah membeli kuo…

(Review) GOSICK

Gambar
Titles: GOSICK -ゴシック- Type: TV Episodes: 24 Status: Finished Airing Aired: Jan 8, 2011 to Jul 2, 2011 Premiered: Winter 2011 Producers: TV Tokyo, Kadokawa Shoten, KlockWorx, Memory-Tech, NTT Docomo Licensors: FUNimation Entertainment Studios:Bones Source: Light novel Genres: Mystery, Historical, Drama, Romance Duration: 20 min. per ep. Rating: R - 17+ (violence & profanity)
Setelah perang berakhir, Akademi St. Marguerite akhirnya membuka penerimaan pelajar asing. Dan salah satu dari mereka adalah Kujou Kazuya yang datang dari Jepang. Menjadi satu-satunya orang bermata dan berambut hitam, pada masa-masa awal sekolahnya Kujou sering dikaitkan dengan mitos malaikat maut musim semi yang beredar di sekolahnya. Dan membuatnya dijauhi dan tak punya teman.
Takdir kemudian membawanya pada Victorique, seorang gadis berambut pirang yang selalu berada di lantai teratas perpustakaan, yang juga dijauhi oleh mitos peri emas perpustakaan. Victorique rupanya bukan orang sembarangan, selain adik dari Grevil Bl…

(Review) Kong: Skull Island

Gambar
9 Maret 2016
Hari ini hari yang berkesan, ya? Menilik betapa hal-hal spesial di masa lalu juga sering terjadi di tanggal ini, saya mulai merasa takut.
Ngomong-ngomong, memang sudah cukup lama semenjak saya menulis. Hal-hal terjadi begitu cepat dan menyeramkan di semester dua. Padahal awal tahun lalu saya sudah bertekad untuk aktif menulis Kuwalaya, tapi meh. Bahkan kegiatan mereview pun sama nasibnya. Dan ini bulan Maret, kalender saya mengatakan saya bakal ujian selama tiga minggu berturut-turut.
Saat ini pun pikiran saya berkecamuk dengan daftar hal yang harus di lakukan. Tugas praktik bahasa Indonesia, ide cerita yang menuntut di eksekusi sejak pagi, komik strip yang harus saya edit lagi. Dan yah, Kuwalaya.
Jadi pagi ini saya awali dengan santai seperti biasa, kebetulan hari itu ketemu Eka yang kemudian mengabarkan bahwa seorang teman SD kami menikah dan saya cuma bisa bilang wow.
Kemudian US. Hari terakhir diisi dengan pelajaran matematika peminatan dan penjaskes. Dan Matematikan…

Revenge (Our Problem, #3) - Bagian 20

Pukul satu pagi, Alya melirik jam dinding yang ada di lobi. Kepalanya masih terasa berputar mencari informasi tentang apa yang sedang terjadi, meninggalkan ekspresi tidak jelas antara awas dan bingung. Fauzi, jujur saja, selalu ingin tertawa melihat ekspresi itu, ekspresi bangun tidur Alya dalam keterkejutan bisa dikatakan lucu, gadis itu seolah berusaha menipu semua orang bahwa sejak awal ia tidak tidur sama sekali. Yang jelas-jelas gagal.
Tapi itu bukan fokusnya untuk saat ini. Pukul satu pagi, rumah sakit sepi bukan main. Masih terdengar suara kasak-kusuk obolan para perawat yang jaga malam di ruang perawat, tapi selebihnya, hanya suara angin malam dan nyanyian jangkrik yang bisa mereka dengar. Dan Fauzi rasa, empat jam tadi ckup untuk gadis itu tadi beristirahat. Yah, jika mengingat Alya habis menggotong dua pria dewasa, berkeliling rumah sakit membangunkan orang-orang selama enam jam dan tidak lupa jelas-jelas kurang tidur sejak pagi, sepertinya masih kurang, sangat kurang malah…

Kuwalaya (Bagian 11)

Gambar
“Baiklah tuan dan nyonya!” seru Ruci dengan volume suara yang aku sendiri heran bagaimana dia mengeluarkannya, maksudku matahari baru saja naik, dia pikir apa yang dia lakukan? “Aku harap kalian siap!”
Felisa bangun dengan kebingungan, ia belum sepenuhnya sadar dari mimpi yang baru saja melingkupinya. Sementara Indra sudah sejak tadi menghunuskan pedangnya. Tak ada suara apapun lagi, selain dersik angin yang berembus dengan kencang menerbangkan debu.
“Apa ... apa yang terjadi?” kata Felisa sembari keluar dari reruntuhan rumah itu, ia menutupi wajahnya mencoba menghalangi debu-debu itu.
“Kalian tidak mengira bisa mendapatkan Kuwalaya dengan mudah kan?” Ruci berteriak lagi.
Tanah tiba-tiba berguncang, sangat keras, aku harus terbang bersama merpati lain supaya tidak terganggu. Felisa menoleh ke belakangnya dan melihat rumah itu sudah benar-benar hancur tertabrak angin puyuh yang menari-nari dan kini datang kearahnya. Ia membelalakkan matanya.
“Uh-oh”
“Lari bodoh!” Indra berteriak sambi…