30 April 2016

Di Balik 'Gema Orkestra Bambu SMAN1C'

Warning: Postingan berikut mengandung konten bernuansa negatif dan lebay, saya tidak bertanggung jawab terhadap setiap ‘meh’ yang ada ucapkan. Saya serius.

April, saya gak pernah nyangka akan jadi bulan yang sesibuk ini. Setelah melewati Maret yang tak meninggalkan kesan berarti, April datang ketika saya harus membagi fokus.

Masalahnya selain event angklung yang akan saya ceritakan, pada bulan ini BBI juga sedang berulang tahun yang ke lima, dan pada pertengahan bulan mengadakan posting bareng yang meski berusaha menyempatkan diri untuk mengikutinya akhirnya saya hanya bisa ikutan buat GA-Hop-nya saja. Sudah begitu, tak sempat pula ikut GA temen-temen BBI yang lain, wajarlah akhirnya gak menang satu pun. Ya sudahlah.

9 April 2016

Revenge (Our Problem, #3) - Bagian 10

Bel berbunyi satu kali, menandakan pergantian pelajaran, tepatnya jam pelajaran kedua ke ketiga. Fauzi langsung berlari begitu gerbang dibuka untuk siswa-siswa terlambat. Ia kemudian disambut dengan tatapan heran dari teman-teman sekelasnya. Fauzi terlambat? Seolah kenyataan bahwa Faiza sakit, Alya tertidur seperti kerbau, dan Aldo alfa itu belum lebih buruk.

Fauzi menghela nafas, boleh dibilang dua minggu in adah dua minggu paling ganjil dalam hidupnya, dan dia membencinya. Diliriknya Alya yang teridur di meja di depannya, ia meringis, mau tak mau merasa bersalah.

Alya nampaknya terperanjat ketika melihat lingkungan rumah dokter Kamil semalam. Tempat itu mengingatkan Fauzi pada rumah Profesor Owl, letaknya di tepi hutan. Jadi, katakanlah karena Fauzi dan Aldo sudah sering ke rumah Profesor Owl mereka juga sudah terbiasa dengan suara binatang mengerikan dari balik hutan dan serangga yang berkeliaran.