13 Agustus 2016

Random 7


Posting pertama bulan Agustus, heh? Dan setelah maksa upload dua past Revenge di bulan Juni, malah gak upload satupun dibulan Juli, heh? Disaat yang sama juga melanggar janji upload dua kali sebulan, heh? Resolusi dadakan juga belum ada yang jalan, heh? *gampar diri sendiri*

Maksud saya, Hai pembaca! Selamat pagi, semoga harimu menyenangan selama sebulan terakir dan sebulan ke depan. Jadi posting pertama setelah tahun baru pelajar in saya isi dengan random post. Random Post mulu fat, bosen. Sebenernya, saya juga gatel pengen nulis cerita lagi, tapi tiap kali liat layar blank word langsung males :p . Terus-terus sering juga godaan bikin LPM melanda, tapi pas mikirin kerangkanya pasti jadinya pendek banget, jadi random post in semacam kumpulan LPM juga gituu.

Meet and Greet Tere Liye

Setelah menunggu lebih dari satu tahun, akhirnya Matahari terbit 25 Juli! Fat, perasaan matahari terbit tiap hari deh. Eh, itu maksud saya buku ketiga serial Bumi karangan Tere Liye itu loo. Seri Bumi ini salah satu fantasi lokal yang kalau menurut saya sih patut dibaca. kamu kan emang jarang baca fantasi lokal Fat. Yaah, pokoknya saya excited banget sama terbitnya Matahari ini, makanya begitu dapet kabar dari Intan kalau bakal ada meet and greetnya di Botani saya langsung bilang ikut tanpa mikir dua kali.

Meet and Greet Tere Liye sendiri diadakan tanggal 24 Juli. Tanggal yang yang sama dengan hari ulangtahun adik saya, di mana di hari itu dia mengabarkan pada Mama kalau teman-temannya bakal datang buat ngeliwet. Tapi ya dasar emang cowok, taunya makan doang. Sepagian itu saya membantu Mama memasak, lelahnya luar biasa, memang gak biasa masak juga sih.

Tapi itu gak mencegah saya buat membatalkan rencana, jam 11 saya dan adik saya mulai bersiap. Yep, adik saya Mila ikut menemani saya dalam acara ini. Tujuannya sih supaya gak sepi, soalnya Hania, Mila, Fira, Galuh gak ikut, jadi saya berdua aja sama Intan.

Berangkat jam satu, saya harus menghadapi kemacetan gila puncak dan menahan sabar karena bahkan setelah setengah jam, saya belum keluar dari kecamatan Cisarua.  Acara meet and greetnya memang jam empat sore, tapi mengingat Tere Liye adalah salah satu best seller Indonesia, saya bisa membayangkan keadaanya di Gramedia Botani.

Dan benar saja, ketika sampai pukul empat di sana, keadaannya penuh sesak. Intan segera mengambil novel Matahari dan mengantri di kasir, sementara saya dan Mila pergi ke bagian novel. Saya mencari buku paket kimia Erlangga, tapi tidak menemukannya (kemudia syaa ketahui kalau Erlangga memang tidak memasoknya ke Gramedia) akhirnya hanya menjinjing novel Career of Evil.

Setelah itu saya dan Intan sama-sama menunggu acara booksigning, dan kemudian mengantri sambil mengobrol. Sayang, karena tempat itu begit sesak, begitu banyak orang, saya jadi hanya ingin segera pergi dan tak repot-repot meminta foto (lagian gak sempet juga).

Well, that’s it. Nothing really special. P


Data Laptop

Sebenernya, selain karena  males ada alasan lain yang bikin saya menunda menulis Revenge sampai sekarang. Simple-nya data laptop saya raib begitu saja tanggal 31. Dan menghadapi hal itu saya  Cuma bisa cengo tanpa harus tau apa. Untungnya, seminggu setelah di servis datanya balik lagi dan saya bisa bernafas lega.

Tapi seminggu itu mood saya naik turun antara pasrah dan gak terima, yang paling bikin nyesek sih foto-foto yang hilang, kenangan, harta berharga. Dan pada saat-saat saya mencoba mengikhlaskan diri itu saya mencoba melakukan hal terbaik yang bisa saya lakukan, menghibur diri, menciptakan alasan pembenaran.

Waktu tak bisa diputar itu benar-benar nyata, resapi itu, kalimat itu lebih dari sekedar kata-kata. Lain kali, nikmati waktu kebersamaan, kagumi indahnya pemandangan dengan segenap rasa syukur. Ingat dengan baik warna, bau dan suara yang melingkupi saat-saat spesial itu. Sering kali, tawa, dan tingkah aneh satu sama lain saat ini juga lebih penting daripada rasa gengsi yang dibagi.

Saya gak bilang foto-foto itu salah, toh seperti yang saya katakan, ini pembenaran saja. Rasa putus asa berbalut egoisme yang mencoba berpura-pura jadi malaikat. So take the pictures, take your lovely moments, by your heart and your gadget D

Kucing Konyol

Dalam kurun waktu seminggu itu, ada hal nyeleneh yang terjadi juga.

Hari itu pasti hari kamis, soalnya saya pulang lebih cepat dari biasanya. Mama nelpon supaya saya cepet-cepet pulang, suaranya khawatir. Pas saya tanya kenapa, Mama bilang si Emew kekunci di dalem rumah dan mulai menjerit-jerit seperti binatang gila, dan Mama gak bisa buka kuncinya.

Saya bingung, kasus kunci yang sulit dibuka memang pernah jadi masalah dulu, tapi setelah Ayah mengganti kenop pintu berbulan-bulan lalu, kasus seperti ini tak pernah terulang lagi. Saya jadi terpikir, kalau saat itu jam lima sore dan Mama bilang beliau mungkin lupa mengeluarkan Emew sejak berangkat kerja, berarti kucing itu sudah terkunci selama sembilan jam, gawat.

Tapi begitu saya tiba di rumah, Mama sedang menyapu di belakang rumah dan saya langsung tu kalau masalahnya sudah selesai. Mama bercerita kalau beliau akhirnya meminta bantuan tetangga. Tapi setelah diperiksa rupanya rumah saya tidak dikunci kenopnya, tapi selotnya terkunci dari dalam. Tentu saja awalnya itu terdengar horor karena di dalam rumah jelas-jelas tak ada siapa-siapa selain Emew. Akhirnya pintu di dobrak dan kucing saya langsung kabur menghirup udara segar. keadaan rumah benar-benar kacau saat Mama masuk. kamar kedua orang tua saya bau pesing dan triplek pelapis pintu belakang rumah hancur dicakar-cakar.

Setelah memikirkan bagaimana caranya pintu bisa terselot dari dalam tanpa ada manusia di dalam rumah. Saya teringat dengan kebiasaan adik saya setiap Emew merengek ingin keluar, yakni menuntunnya membuka selot dan mengangkatnya membuka kenop. Jadi mungkin itulah yang coba ia lakuan saat sadar tak ada orang dirumah dan pintu depan tertutup. Mencoba membuka selot, tapi malah menutupnya, dan membuatnya semakin sulit untuk keluar. Ck ck ck


Saya mentertawakan kejadian ini selama beberapa saat, tapi kemudian selama  tiga hari Emew menolak masuk rumah dan saya sadar betapa menyeramkan situasi itu baginya. Untungnya sekarang dia sudah kembali normal.

0 komentar:

Posting Komentar

Minta kritik/saran/pendapatnya dong^^