Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2016

Revenge (Our Problem, #3) - Bagian 11

Aldo mengerjapkan matanya, kemudian mengurut keningnya pelan. Kepalanya sakit sekali, ini pasti efek ia terlalu lama tidur. Berapa lama ia tidur ya? Tanya Aldo pada dirinya sendiri, ia mengangkat tangan kanannya, melihat ke arah jam tangannya. Pukul 10.00. Tapi suasana tempat ini masih saja gelap seperti tadi malam.
Ia mendengus. Ketika iseng memasuki pintu kecil misterius di bawah meja makan Dokter Kamil, ia tidak berniat untuk kemudian lupa jalan keluarnya. Kenapa pula Dokter Kamil punya ruang bawah tanah dengan lorong berliku dan puluhan kamar kosong? Merepotkan saja. Yang lebih menyebalkan adalah kenyataan belum ada yang mengeluarkannya dari sini sampai sekarang. Fauzi tentunya sadar kalau dirinya menghilang, ia pasti sudah memberi tahu Dokter Kamil juga, dan mereka bisa dengan mudah melacaknya dengan jam tangan Fauzi.
Aldo bangkit, bagaimanapun dia harus segera keluar dari tempat ini, dan mencari jalan adalah satu-satunya cara yang paling masuk akal. Aldo merenggangkan badannya…