Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2016

Revenge (Our Problem, #3) - Bagian 8

Fauzi tidak percaya dengan apa yang sedang dilakukannya sekarang. Di tengah malam, setelah berbohong pada ibunya kalau ia akan menginap di rumah Aldo, dia sedang mengendap-endap di tempat yang seharusnya terlarang bagi siapapun. Fauzi menghela nafas, bingung pada dirinya sendiri, bertanya-tanya kenapa dia menurut saja ketika di ajak Aldo ke tempat ini dengan cara seperti ini.
“Sampai kapan kita akan menunggu?” tanya suara yang lebih nyaring di belakang mereka.
Fauzi mengangkat bahu tanpa menoleh dan mengedikkan kepala ke arah Aldo, yang sejak tadi masih menatap antusias pada pintu yang ingin mereka masuki.
Alya mendengus, “Do?” tanyanya.
“Umm, aku tidak yakin, bagaimana menurutmu Zi?” Aldo malah balik bertanya.
“Kenapa kau tanya aku?”
“Oh, ayolah”
“Apa maksudmu berkata begitu?”
Aldo menghela nafas, ia mengerti kalau Fauzi masih kesal padanya karena memaksanya kemari. Dan sebagai akibatnya, ia tidak akan memberi nasihat apapun padanya mengenai apapun yang harus ia lakukan.
Tapi itu ti…

Studytour bareng Anak Bebek

Gambar
Januari saya disibukkan dengan mustra, isu-isu sertijab, usaha maksa orang-orang latihan dan di akhiri dengan ‘gederan’ tiga hari. Februari ini, saya jadi anak bebek, satu dari delapan belas, spesies asing yang dipilih dari ±900 siswa SMAN1C lainnya.
Jum’at, 5 Februari, kami dikumpulkan di ruang komputer. Diberikan informasi yang intinya kami akan didispensasi selama seminggu untuk pelatihan OSK. Berbeda dengan peserta lainnya, saya sudah nyolong start latihan sejak Rabu. Karena lagi-lagi berbeda dengan pelajaran lainnya, pembimbing OSK Kimia, Bu NiaElisa nampaknya lebih bersemangat.

Revenge (Our Problem, #3) - Bagian 7

Gambar
Bagian 01 Bagian 06
“Apa yang kau inginkan, Leon?” tanya suara tinggi tapi anggun itu. Sang pemilik suara menatap leon dengan mata coklatnya. Rambut hitam legamnya ditarik ke belakang, membentuk sanggulan rendah. Ia duduk di balik sebuah meja dengan setumpuk kertas yang menuntut diperhatikan. Di atas meja itu pula, terletak sebuah balok dari marmer yang diukir dengan guratan keemasan yang menuliskan namanya, yang jelas-jelas menunjukkan bahwa dia bukan orang asli negara ini. Gwendalyn Lacertuor.
Ia masih menggunakan nama itu, kata Leon dalam hati dan itu mau tak mau ia merasa terharu. Bagaimanapun nama itu membuat ia dan Gwen serta Lacertuor lainnya terikat. Walau, memang, ia tak tau siapa Lacertuor lainnya itu, Gwen tak pernah memberitahunya. Demi keamanan tim katanya, tim yang seharusnya sudah bubar seiring hancurnya motivasi awal mereka yang murni. Persetan motivasi itu, Leon hanya muak dengan manusia, dan begitu pula dengan Lacertuor lainnya.
Leon melihat sekelilingnya sebelum menja…

Revenge (Our Problem, #3) - Bagian 6

Gambar
Bagian 1
Bagian 5
Enam kali, batin Faiza. Sudah enam kali Faiza melihat Profesor Owl di televisi. Dan ia tidak yakin itu pertanda bagus. Ah tapi tentu saja memang tidak ada pertanda bagus. Kejadian yang menyebabkan Profesor Owl masuk tv saja bukan hal bagus. Apa yang bagus dari kematian gadis misterius di tengah rawa yang mengurung puluhan narapidana?
Tapi ada hal lain yang membuat Faiza khawatir mengenai Profesor Owl. Hari itu hari Selasa, dan ia bertanya-tanya apa Fauzi dan Aldo akan bisa berhasil menjalankan rencana yang mereka bicarakan kemarin? Apalagi dengan semua keributan yang melingkupi Profesor Owl, apa mereka bisa, bahkan hanya sekedar untuk bertemu dengannya? Faiza ragu.
Faiza mengurut pelipisnya, tugas sekolah mereka ini benar-benar tidak bisa dipahaminya. Faiza memang mengerti sejak pertama kali masuk sekolah mereka memang sudah mendapatkan tugas yang menumpuk, tapi tugas ini benar-benar keterlaluan.
Entah apa yang ada di pikiran Bu Devi yang tiba-tiba mendapat ide untuk m…