27 Januari 2016

SMAN1C Bamboo's Melody at University Day

Hmmm, apa kamu merasa melihat postingan ini kemarin? tanpa teks?

Kesalahan teknis menyebabkan saya malah posting pada hari Selasa dan bukannya Rabu, tapi itu mudah di atasi. Nah, sekarang adalah bagaimana saya menceritakan foto ini.

imgsrc | gambarnya pecah, gak suka :(

University Day diadakan pada Sabtu, 23 Januari 2016, empat hari yang lalu, dan saya terlalu lelah untuk langsung menuliskannya begitu pulang. Oke, saya memang menuliskannya, tapi isinya hanya keluhan sepanjang seribu kata, sigh.

Nah keluhan empat halaman itu mari kita persingkat saja. Kami sebenarnya sudah niat untuk latihan sejak 7 Januari. Baik sekali adik-adik kelas yang mencegat saya pulang supaya kami latihan, hei, bukankah itu berarti ada harapan mengenai semangat membangun ekskul terpuruk ini. Tapi bisa ditebak kejadiannya tidak sebaik itu, latihan bolong-bolong karena miskomunikasi, apalagi dengan kenyataan tidak banyak anak kelas sebelas yang peduli dan banyak anak kelas sepuluh yang sibuk, akibatnya kami (lagi-lagi) kekurangan pemain, lagu diganti-ganti, dan waktu semakin menipis.

Kalau melihat lagu yang akhirnya kami mainkan, kami hanya latihan selama tiga hari. Yep, tiga hari.

Rabu, 20 Januari. Bel sudah berdering tiga kali ketika waktu menunjukkan jam dua belas. Siswa-siswi yang kelasnya dekat lapangan bawah diminta membawa kursinya ke depan panggung yang sudah dirangkai (?) untuk kegiatan peringatan acara maulid nabi. Karena alasan yang sama, beberapa pengisi acara sudah dispen sejak pagi untuk latihan untuk penampilan besok. Salah satunya, Etnic Funlet (teater), yang menjadi salah satu pengguna ruang komputer, ruangan yang sama yang kami gunakan untuk latihan.

Tapi saya sudah minta izin ke Bu Nia untuk menggunakan ruangan itu, walau kami baru mendapatkan waktu sejak jam tiga, gantian dengan teater. Lagipula, kami sudah kehilangan banyak waktu karena kemarinnya tidak latihan karena ruangan dipakai anak tari.

Muti menghampiri saya dengan wajah panik, berkata Kak Uji marah, terserahlah. Lagunya ganti lagi, saya shock sekaligus lega. Intronya melodi semua, saya mabok.

Kamis, 21 Januari. Kami mendapatkan kesempatan untuk latihan sejak acara maulid berakhir. dan anak teater sepertiny tidak keberatan karena merek juga kelelahan sehabis melakukan penampilan penutup tadi. Saya behasil mengajak anak-anak non-angklung untuk membantu mengisi kekurangan. Tidak banyak sih, hanya Santi dan Opie, dan Muti berhasil mengajak Mutwew.

Latihan hari Kamis lebih banyak pada latihan saron yang dipegang Mutew dan Indri serta latihan vokal bagi Holis, Iis, Salsa, Lydia, Yulia, dan Riska. Btw, makasih ya kalian yang rela latihan dua hari padahal baru saja sibuk latihan buat maulid :D

Jum'at, 22 Januari. Latihan terakhir, dan yang jelas terberat. Saya berhasil mengajak Fakhri dan Ucup yang akhirnya mengisi tempat untuk kendang dan simbal. Sayangnya kami tidak bisa langsung latihan begitu bel berbunyi yang lagi-lagi setengah hari karena besok U-Day, karena ruang komputer lagi-lagi dipakai anak teater yang besok juga tampil.

Setelah sebelumnya membawa sound system ke depan ruang komputer, sekarang saya harus meminta izin Pak Sholeh untuk meminjam ruang kelas XI-3 untuk latihan, sekalian menyimpan alat supaya kami tidak terlalu repot besok. Dan kenyataan kami belum mendapat simbal membuat kami harus menelepon Pak Dadang untuk meminta izin.

Ketika Fakhri memainkan kendang, anak kelas XI-3 langsung fangirling. Bukan rahasia kalau dia adalah putra pemilik Saung Wira, tapi Fakhri bukan anak yang mencolok di kelas, dan permainannya mengejutkan semua orang.

Kami latihan sampai jam setengah tujuh, seiring sentuhan terakhir lagu-lagu pop. Kak Uji berpesan agar kami terus tersenyum dan Muti dengan seni bicaranya membangkitkan semangat. Kami berdua memang bagai dua sisi logam, saya bagian memperingatkan dan Muti bagian yang membakar gelora masa muda *apaansih

Sabtu, 23 Januari. Saya bangga karena ternyata saya bukan yang pertama datang di waktu yang dijanjikan, jam enam. Tapi tetap saja kami baru sempat latihan terakhir pada jam tujuh lewat. Kak Asha, Kak  Shofi dan Kak Eja mengintip sela-sela latihan kami. Kak Asha memekik ketika melihat Fakhri dan berkata bahwa ia 'Reynaldi KW' wkwkwk. Ia juga menyalami saya dan berkata 'gak salah gue milih lu jadi ketua' dan yang bisa saya katakan adalah 'eh, apa?'

Karena, hei, apa korelasinya saya jadi ketua dengan penampilan yang ia anggap baik? Yang aransemen lagu dan ngelatih Kak Uji, dan yang main angklung kan bukan saya saja.

Icha bilang kami akan tampil pada pukul 8.55 selama dua puluh menit, setelah sambutan Pak Iskandar 8.15. Pfft. Waktu dua puluh menit itu rencananya akan dipakai untuk menyiapkan alat-alat yang berat-berat itu, tapi kemudian kami menyiapkan alat bahkan sebelum Pak Iskandar tampil. Untungnya acara ngaret jadi saya tak perlu merasa bersalah akan membuat acaranya jadi lebih cepat.

Orang-orang bersorak ketika kami menaiki panggung. Dari video yang direkam Kak Reynaldi saya mendapat komentar-komentar lucu. 'Uji, goyang, uji!" 'Uji, kita jangan dipantatin!' 'Turun! Turun! Turun!' serta favorit saya:
'Segala sesuatu dalam hidup terjadi sekali seumur hidup, steh'
'Heueuh, mantakna kudu direkam'
Btw, ini videonya. Tapi kalian tidak akan menemukan komentar-komentar itu karena saya memang sudah memotongnya.


Kak Uji bilang itu adalah salah satu penampilan terbaik kami. Dan saya senang-senang saja menedengarnya, walau kenyataanya saya menyadari banyak kesalahan. Kak Uji lupa mempersilakan kami menurunkan angklung, gong setelah geboy mujaer mengejutkan Riska dan semua orang, tata panggung menutupi saron, dll.

Neng Alma, tetangga saya berkata satu-satunya kekurangan adalah penampilan kami kurang lama. Dan bagaimanapun itu pujian kan? Yeah, Mustra, kita memang keren *tsaah.

Dan hal terakhir yang harus dilakukan adalah mengembalikan alat-alat itu ke ruang komputer serta menakuti diri sendiri dengan fakta gak penting:

Saya mendata, ada 28 orang dalam tim. Kami berhitung, ada 30 orang dalam tim. Ketika pembagian snack, ada 27 orang dalam tim. Dan ketika pembagian makan siang, ada 29 orang dalam tim. -_-

0 komentar:

Poskan Komentar

Minta kritik/saran/pendapatnya dong^^