Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2015

Benar atau Salah?

Gambar
Saya pernah membahas ini bersama teman-teman beberapa waktu lalu, tapi sepertinya cukup bagus kalau saya sampaikan di sini juga.
Sejak dulu, saya ini Anak Mama (iyalah masa anak kudanil). Hal yang paling terasa adalah saat memilih sekolah, saya selalu menurut apa kata Mama. Sekeras apapun saya mencoba memutuskan sendiri, apa gunanya gunnya kalau tidak direstui orang tua? Saya selalu percaya dengan pepatah khas dari Mother Gothel dari Rapunzel ‘Mother Know Best’.

Perang Krim Kue

Gambar
Saya berangkat jam 10, dan dengan drama nyasar dulu sampai ke elos akhirnya tiba di GOR Srikandi sekitar jam setengah 12. Bukannya untuk olahraga atau sebagainya, saya menemani Wanti yang saat itu sedang tes bulutangkis yang tidak ia hadiri minggu lalu. Kami baru selesai jam setengah satu, dan segera pergi ke rumah Nadia.
Hari itu, rencananya X-3 akan mengadakan acara botram di rumah Hilal, sekaligus merayakan hari ulang tahunnya.
Acara ini sebenarnya (menurut berbagai sumber) sudah direncanakan oleh kelompok anak laki-laki sejak lama sekali. Tapi perang dingin antara dua kelompok besar anak perempuan mempersulit segalanya. Maka jadilah, acara botram dengan tema 'No Racist Vrooh'

Meski begitu, rasanya saya tetap malas. Yaah, tapi sepertinya kelompok seperti akan terus ada seumur hidup saya, jadi daripada menghindarinya terus-menerus lebih baik menghadapinya, ya kan?
Sampai di pertigaan Caringin (atau Citapen?) saya mengirim pesan pada Nadia untuk keluar. dan lalu Afivah agar …

Random (2)

Gambar
I thought I’m too young. Jadi, kemarin saya melihat postingan interview BBI. Ternyata yang diwawancara adalah anggota termuda BBI, usianya tiga belas tahun. Saya kepoin kan ya, dan desain blognya keren banget, reviewnya juga bagus (maksudnya cara reviewnya). Terus di kolom komentar postingan interview itu juga ada yang ngaku kalo dia juga tiga belas tahun. Saya kepoin juga, dan masa dia udah jadi host penerbit haru!

Pertama kali buat blog buku, saya umur 14 tahun, itu pun ragu-ragu karena saya pikir saya masih kecil, mau ngapain? Apalagi liat anggota BBI yang lain (khususnya yang aktif) rata-rata usianya jauh di atas saya.
Di satu sisi saya malu, di sisi lain bangga. Tapi kadang usia malah saya jadikan pembenaran atas usaha saya yang belum maksimal. Akhirnya saya terpukul melihat dua blogger tersebut.
Akhirnya, usia memang bukan lah tanda kedewasaan seseorang. Pemikiran, ucapan, dan tindakan itulah yang sebenarnya menunjukkan siapa orang tersebut.
URL Blog Saya ganti url blog, lagi. Ya…

Pengumuman - Hiatus

Gambar
Saya baru saja membaca ulang Anak Panah, lalu berencana untuk mencetak kisah itu. Saat memindahkannya ke Word, saya heran sendiri karena Status Bar menunjukkan jumlah kata dalam kisah ini mendekati sepuluh ribu kata. Padahal Anak Panah hanya terdiri lima bagian saja.
Saat membuat Anak Panah, saya masih menggunakan Memo Blackberry untuk mengetiknya, dengan patokan satu bagian terdiri dari empat puluh kali scroll.