8 Agustus 2015

Bukan dikekang

Bukan dikekang. Tapi dijaga
Omong kosong, kau bilang?
Tunggu, kalimatku belum selesai
Juga dilatih, dipersiapkan.

Memang mau apa kuda pincang di alam liar?
Disuruh berlatih mengelilingi padang rumput saja mengerang.
Merintih kesakitan, mengeluh kakinya pincang?

Memang mau apa kuda pincang pemalas di alam liar?
Disuruh menarik kereta sayur ke pasar saja mendengus keras.
Bilang itu tidak masuk akal, sombong menganggap diri tuan

Memang mau apa kuda pincang pemalas penggerutu di alam liar?
Jadi santapan sukarela hewan buas?
Apa? Menjadi bagian hewan buas? Kau gila, nak?

Apa enaknya jadi hewan buas? Hilang akal dan kesadaran?
Apa enaknya jadi hewan buas? Dikecam semua orang?
Apa enaknya jadi hewan buas? Kebebasan?

Apa itu kebebasan? Ketika kau tak punya pilihan selain yang lemah?
Apa itu kebebasan? Ketika harus menghapus harga diri demi yang tidak kau inginkan?
Apa itu kebebasan? Ketika balasannya adalah siksa?

Kau tidak tau apa-apa tentang kebebasan.
Kau belum paham nikmatnya diterpa angin kala berlari di padang luas.
Kau belum paham leganya melihat senyum pengemis tua mendapat sayuran.
Kau belum paham, sampai saat itu, jangan dulu ke alam liar.

Kau akan ke alam liar, kupastikan itu, nak.
Tapi saat kau paham, pebuatan baik adalah mutlak.
Seingin apapun kau berbuat jahat.
Kau akan selalu mengingat apa yang selama ini sudah kuberikan.

Kau bisa ke alam liar, kujanjikan itu, nak.
Saat itu, kau sedang menolong pangeran dari kejaran pengkhianatan.
Atau mengejar pengkhianat sampai ke ujung rawa.
Lebih baik lagi, menemukan kuda pincang yang tersesat dan mendidiknya tentang kearifan.

0 komentar:

Posting Komentar

Minta kritik/saran/pendapatnya dong^^