Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2015

Wattpad

Gambar
Wattpad adalah sebuah komunitas menulis di mana pengguna dapat mengirim artikel, cerita, fan fiksi, dan puisi, baik secara online atau melalui aplikasi mobile. (wikipedia)
Saya sudah tau wattpad sejak lama, kalau tidak salah sejak akhir tahun 2013, tapi waktu itu saya cuma tau sekedar nama doang. Namun, akhir-akhir ini wattpad kayaknya lagi booming, sempat terpikir untuk memindahkan cerita-cerita di sini ke sana, tapi setelah dipikir-pikir nanti blog ini jadi sia-sia, dan saya gak bisa bikin cover.**update26092015, Kuwalaya saya upload di wattpad :p
Meski begitu, saya tetep baca wattpad. Beruntung kalau baca lewat ponsel butut gak butuh pake akun, so I’m free. *tapi tetep bikin akunnya sih, soalnya pernah mau buka lewat laptop.
Nah, yang saya ingin bagikan adalah cerita-cerita wattpad yang menurut saya wajib kalian baca. Rekomendasi? Resensi? Terserah kalian mau sebut apa.
Lonely Ghost Lonely Ghost merupakan salah satu cerita yang pertama kali saya baca di wattpad. Waktu itu, cerita i…

Kuwalaya (Bagian 3)

Hari ini hari Rabu. Aku tidak mengikuti Bara pergi ke sekolahnya karena hari ini aku harus menemani Tirta pergi ke perpustakaan kota. Lagipula, sepertinya hari ini kelas akan sangat ramai mengingat hari ini adalah hari yang spesial.
Ohya, aku mengantar Tirta ke perpustakaan. Sudah empat tahun sejak aku mengembangkan kemampuan Tirta, sudah empat tahun pula ia berhenti sekolah. Setiap hari Rabu, dimana perpustakaan selalu mengalami waktu paling sepi, Tirta pergi kesana, belajar.
“Mungkin kau bisa tinggal di rumah saja dan menyuruh Bara untuk meminjam buku” aku pernah mengusulkan.
“Kau pasti bercanda, Mar”
Aku sekali lagi merasa kasihan pada Tirta. Tirta tidak banyak bicara, ia memang pendiam. Dan menjadi lebih pendiam lagi sejak empat tahun lalu. Ia bilang, bicara itu membuang waktu, lebih baik lakukan apa yang harus dilakukan. Aku bisa saja setuju, kalau saja itu bukanlah ungkapan kekesalannya karena aku tidak segera membawanya ke Apsara.
Yaah, itu tidak terlalu penting kurasa. Yang t…

Analogi Dalam Analogi

Aku bermimpi aneh malam ini. Aneh, karena aku bisa mengingat mimpi itu dengan jelas, detailnya, rasanya, mimpi itu begitu terang, begitu nyata.
Aku berdiri di tepi jurang, tepatnya jurang yang kusebut Jurang Bhadra. Di sebrang, di tepi jurang lain, berdiri Wekatama yang menatap lamat-lamat ke bawah. Aku mengikuti arah pandangnya, tidak mendapati apapun selain kegelapan yang memesona, seolah memanggil untuk bergabung.
Tanpa sadar kakiku bergerak mundur, dari sudut mata, aku bisa melihat Wekatama juga melakukannya. Aku masih belum berhenti mundur ketika Wekatama mulai berlari maju, tapi aku juga ikut berlari ketika ia menjatuhkan diri ke dalam jurang.
Kami berdua akan bersatu dengan Jurang Bhadra, tapi bukan hanya itu yang membuat kami tersenyum, kami berdua juga akan berpisah selama-lamanya, karena kami tau di dasar jurang ada kematian yang menjanjikan. Lucu sekali, kami sama-sama ingin menyatu dengan kegelapan itu, tapi tidak ingin bersama. Perbedaan prinsip, aku yakin itu sebabnya. …

Kuwalaya (Bagian 2)

Gambar
Keringat dingin membasahi tubuh Felisa, ia baru saja kembali dari toilet ketika menemukan toples itu kosong. Tidak benar-benar kosong memang, ada sedikit serbuk kayu dan kacang-kacangan di dalamnya. Namun, toples itu kosong karena tak ada makhluk hidup yang memakan kacang-kacangan di sana.
Felisa lalu berjongkok, mencari-cari di antara meja dan kursi. Ia amat menyesal pergi ke luar tadi, bagaimanapun menjaga Ciko adalah tugasnya dan tidak seharusnya ia pergi begitu saja.
“Ciko, Ciko!” panggilnya pelan, ia tak mau kalau siswa lain mengetahui hamster itu hilang. Tapi, tentu saja hal itu tidak mungkin. Perilaku anehnya yang berjalan sambil berjongkok jelas mengundang perhatian

“Kau mencari sesuatu?”
Felisa memutar kepalanya, melihat siapa yang baru saja datang, Bara. Gawat, pikirnya. “Tidak, tidak, semuanya baik-baik saja” Ia lantas lekas berdiri dan duduk di kursinya.
“Mana Ciko?” Bara menatap heran toples Ciko yang kosong.
Felisa menghela nafas, lalu memasang senyum tanpa dosa dan ber…

Random (3)

Gambar
Postingan random, isinya random, waktu postingnya juga random.
*** Kamis, 6 Agustus 2015
Gak nyangka bakal secepet ini, makasih buat The Monogram Murders--lagi halaman 102--dan maaf lupa bawa Bulan, enjoy The Silkwormsama The Night Gardener-nya ya :D.


***


Tentang Grahita Antargata 'Aku' dalam Grahita Antargata adalah seorang bernama Ekabhanu Purantara. Mengambil setting tempat yang sama dengan Kuwalaya--bab enam--yakni kerajaan Apsara di Nusa Witana--tapi setting waktu jauh di masa depan. Ekabhanu sendiri adalah mantan didikan pengkhianat kerajaan sewaktu ia masih di Wacana Satu dan Dua (saat ia berusia 5-15 tahun) sehingga jalan pikirannya agak manipulatif.

***


Turn On the Music! Man On a Wire
Man On a Wire adalah single ke-3 dalam album No Sound Without Silence yang dibawakan oleh band rock pop Irlandia, The Script, yang dirilis Maret lalu.
Lagu ini lagi happening banget di sekolah, yaaa, gak booming banget sih, tapi teman-teman saya berkali-kali nanya apa saya punya lirikny…

Kuwalaya (Bagian 1)

Gambar
Ditulis penuh kerinduan pada The Charming & @republik9K.
Tidak ada dendam, Mar memang gitu 'orang'nya

Malam itu sebenarnya adalah malam yang menyenangkan dan tidak perlu terjadi tragedi. Kalau saja pria paruh baya itu tidak memberontak, tidak akan terjadi pertumpahan darah. Kedua anaknya sudah tidur, dan kami hanya tinggal membawa salah satunya diam-diam. Aku tidak menyalahkan Acarya, tapi kalau saja ia menerima nasihatku dan tidak meminta izin dulu pada ayah anak itu, tentu segalanya akan lebih mudah.

Bukan dikekang

Bukan dikekang. Tapi dijaga Omong kosong, kau bilang? Tunggu, kalimatku belum selesai Juga dilatih, dipersiapkan.
Memang mau apa kuda pincang di alam liar? Disuruh berlatih mengelilingi padang rumput saja mengerang. Merintih kesakitan, mengeluh kakinya pincang?
Memang mau apa kuda pincang pemalas di alam liar? Disuruh menarik kereta sayur ke pasar saja mendengus keras. Bilang itu tidak masuk akal, sombong menganggap diri tuan
Memang mau apa kuda pincang pemalas penggerutu di alam liar? Jadi santapan sukarela hewan buas? Apa? Menjadi bagian hewan buas? Kau gila, nak?
Apa enaknya jadi hewan buas? Hilang akal dan kesadaran? Apa enaknya jadi hewan buas? Dikecam semua orang? Apa enaknya jadi hewan buas? Kebebasan?
Apa itu kebebasan? Ketika kau tak punya pilihan selain yang lemah? Apa itu kebebasan? Ketika harus menghapus harga diri demi yang tidak kau inginkan? Apa itu kebebasan? Ketika balasannya adalah siksa?
Kau tidak tau apa-apa tentang kebebasan. Kau belum paham nikmatnya diterpa ang…