Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2015

Tujuh Detik Menghilangnya Aku (Our Problem #1.5) - Bagian 4

Bagian 1
Bagian 3

Aku rasa sudah waktunya aku bertindak. Jika seseorang ingin aku mati. Aku pastikan dia harus kesulitan. Pertama-tama aku harus mencari sekutu. Sebaik-baiknya orang dewasa, kalau bisa yang sedikit tidak waras supaya dia percaya padaku. Tapi, kalau kupikir, memangnya apa yang bisa kulakukan? Berjalan sedikit saja kakiku langsung sakit. Bukan hanya karena kecelakaan beruntun beberapa hari ini. Tapi, kakiku juga terasa panas, setiap menginjak lantai seperti luka bakar menyentuh duri.
Tangan kananku juga, seperti ada yang menarik kuat-kuat, membuat bahuku pegal saja. Telinga dan hidungku juga jadi bermasalah. Hidungku terus menerus mencium bau benda terbakar—mungkin dari kakiku? Yang benar saja. Dan aku seolah mendengar suara orang memanggilku. Kalau mau menghubungkannya dengan hantu ini memang menyeramkan.
Ah, hantu! Benar juga! Siapapun dia, pembunuh itu pasti mengira aku sudah mati sekarang, setelah memakan sup itu. Apa hal itu bisa kumanfaatkan?
Jadi, saat aku mendenga…

Tujuh Detik Menghilangnya Aku (Our Problem #1.5) - Bagian 3

Bagian 1
Bagian 2

Kalau kuhitung pagi berikutnya sudah hari ke-empat aku di sini. Keinginan untuk pulang mulai memudar, karena aku sadar itu terlalu tidak mungkin. Hari ini aku dan Anna berencana berkeliling Harrogate lagi, tapi kami baru boleh pergi setelah istirahat siang. Aku tidak diizinkan mengantar troli karena jalanku pincang. Padahal aku ingin sekali bertemu wanita itu juga kakek itu.
Anna mengajakku pergi ke hutan yang ia sebutkan kemarin. Aneh sekali? Dia kan takut ke hutan, apalagi sekarang kan sudah sore. Dia juga bilang akan pergi piknik. Apanya yang piknik? Dia tidak  ingat kemarin melempar salju ke wajahku?
Tapi Anna memang agak aneh akhir-akhir ini, umm aku tidak tau juga sih, aku baru mengenalnya. Mungkin dia memang begitu. Aku menunggu di dapur, sedangkan Anna pergi pulang untuk menyiapkan keranjang piknik—dia diantar Calvin.
Karena bosan aku memutuskan untuk berkeliling hotel. Maksudku memutarinya. Rasanya tidak sedingin saat pertama aku kemari. Apalagi karena kakiku…