6 Mei 2015

Gajelas -_-

Gadis itu menghempaskan tubuhnya di kasur di kamarnya. Membuka wajahnya yang tadi ia tutup dengan tangan. Menghela nafas panjang, lalu tersenyum lebar. Ia hampir tertawa, lalu tanpa sadar berguling-guling tidak jelas.

Saat ia berhenti, raut wajahnya segera berubah. Murung lalu kesal, hampir saja menjadi benci. Kalau saja ia tidak cepat-cepat sadar dan perasaannya berubah marah pada dirinya sendiri.

Ia mengambil ponselnya, menekan beberapa tombol dan sampai di folder gambar. Ia menatap sebuah foto, lagi-lagi tersenyum sendiri, namun kembali murung begitu berganti ke foto selanjutnya, dan lagi-lagi marah pada dirinya sendiri ketika menatap foto selanjutnya. Ia membanting ponselnya ke samping, sisi lain kasur besarnya.

Aku benar-benar sudah gila pikirnya datar. karena cinta lanjutnya sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Lalu berguling-guling lagi. Ia akhirnya berhenti karena kelelahan, menatap kedua tangannya. Yang kanan berwarna kemerahan sedang tangan kirinya seperti biasa, pucat.

Gadis itu terkekeh, ia lalu menatap lagi langit-langit kamarnya. Wajahnya murung lagi, tapi perasaan sedih ini berbeda dengan perasaan sedih yang ia rasakan tadi. Ia merasa kasihan, pada dirinya sendiri dan dia.

Gadis itu mengambil ponselnya lagi, membuka folder gambar lagi. Hanya saja kali ini ia menatap foto keempat, menatapnya lekat-lekat. Dua perempuan, dan seorang laki-laki. Gadis itu sendiri berdiri di paling kiri, memasang wajah penuh kebahagiaan.

Kini ia baru menyadari hal itu, dari sudut pandangnya sebelumnya ini adalah pertaruhan antara persahabatan dan perasaannya. Ia kini memandang dari sudut pandang lain. Tentu saja sejak awal ia tau dirinya adalah penjahat dalam kisah cinta segitiga, tapi tentu itu tidak mengubah status dia.

Apapun yang ia pilih, kepribadian seseorang sulit berubah. Ia menatap tangan kanannya yang kemerahan, kini dengan pandangan heran bagaimana bisa? Pandangannya kembali beralih ke foto keempat.

Pikiran rasionalnya kembali, ia membuang jauh-jauh emosi berlebihannya tadi. Memandang keadaannya seperti orang normal. Menatap masa depan, kehidupan setelah mati. Bajingan! Serunya dalam hati.

Ia terkekeh lagi, lucu sekali gadis ini, pendapatnya tentang seseorang cepat sekali berubah. Ia tertawa lebih keras. Aku membicarakan diriku sendiri!

Gadis itu menekan tombol lain. Ia menghapus foto pertama, dan beberapa foto lainnya. Kemudian memasukkan nomor laki-laki tadi ke blacklist. Tak ada hal lain lagi yang bisa ia lakukan, selain berharap laki-laki tadi pergi jauh ... jauh sekali dari kehidupannya dan perempuan yang satu lagi.

0 komentar:

Poskan Komentar

Minta kritik/saran/pendapatnya dong^^