8 April 2015

Random (2)

I thought I’m too young.
Jadi, kemarin saya melihat postingan interview BBI. Ternyata yang diwawancara adalah anggota termuda BBI, usianya tiga belas tahun. Saya kepoin kan ya, dan desain blognya keren banget, reviewnya juga bagus (maksudnya cara reviewnya). Terus di kolom komentar postingan interview itu juga ada yang ngaku kalo dia juga tiga belas tahun. Saya kepoin juga, dan masa dia udah jadi host penerbit haru!


Pertama kali buat blog buku, saya umur 14 tahun, itu pun ragu-ragu karena saya pikir saya masih kecil, mau ngapain? Apalagi liat anggota BBI yang lain (khususnya yang aktif) rata-rata usianya jauh di atas saya.

Di satu sisi saya malu, di sisi lain bangga. Tapi kadang usia malah saya jadikan pembenaran atas usaha saya yang belum maksimal. Akhirnya saya terpukul melihat dua blogger tersebut.

Akhirnya, usia memang bukan lah tanda kedewasaan seseorang. Pemikiran, ucapan, dan tindakan itulah yang sebenarnya menunjukkan siapa orang tersebut.

URL Blog

Saya ganti url blog, lagi. Yaah, sepertinya saya memang tidak lebih dari remaja labil saja. sebenarmya ini karena saya menemukan ada situs dengan domain berbayar yang urlnya hampir sama dengan saya. Saya gak enak, takut dikira plagiat atau sebagainya.

Nyontek

Saat saya menuliskan ini, masih seminggu yang lalu UTS dilaksanakan. Tentu saja, hal yang biasa terlihat adalah mencontek.

Saya adalah salah satu pihak yang paling menyesali kegiatan mencontek ini. Apalagi, sepertinya kelas saya menjadi yang paling parah untuk urusan ini. Mungkin hanya sekitar 10% saja di kelas saya yang tidak mencontek dalam ulangan apapun.

Saya tidak akan membahas mengenai pelaku, karena hal itu akan menjadi pembahasan yang panjang. Malah saya akan membahas mengenai yang bukan pelaku. Bukannya sok tau, atau sok pinter atau apalah, saya Cuma mau berbagi apa yang saya yakini.

Mencontek, sama-sama kita tau adalah perbuatan buruk, curang, dan berdosa. Itulah kenapa kita tidak mencontek kan? Kita sama-sama mengerti bahwa mencontek adalah kegiatan orang malas, yang tidak mau belajar, setidaknya itu menurut kita, entah bai ornag-orang yang menganggap itu justru setia kawan atau menjadi keren.

Dan semoga kita juga tau apa itu artinya ujian, ulangan, atau tes kan? Kegiatan yang sepertinya tidak berguna ini adalah untuk mengetahui sampai mana kemampuan kita, pengetahuan kita, serta usaha kita dalam belajar. Kita juga tau hal itu akan percuma saja jika kita mencontek, karena kita justru tidak mencapai apa yang tes itu harapkan, mengetahui kemampuan kita.

Belajar, mungkin hal ini banyak yang lupa atau malah tidak tau. Belajar, bukanlah mengerjakan tugas, memperhatikan guru, membaca buku atau sekedar datang ke sekolah. Belajar adalah kegiatan agar kita mendapat ilmu, hal baru, yang semoga bisa berguna di masa yang akan datang.

Mungkin kita memang sombong, menganggap kita adalah golongan orang-orang yang mengerti denagn sistem pendidikan kita.  Maka dari itu, berhentilah marah pada yang suka mencontek. Hah? Yang benar saja!

Tentu saja, karena berdasarkan hal-hal diatas tentu kita mengerti kalau mencontek jelas perbuatan yang amat merugikan. Bagi diri, teman juga masa depan. Apa pantas mereka yang mencontek dibenci? Tidakkah mereka patut dikasihani? Kasarnya, kebodohan mereka membuat mereka semakin bodoh.

Kalau kalian tidak bisa mengajak mereka untuk menjadi lebih baik. Lebih baik hentikan membenci, mendengki ketika mereka mendapat lebih karena curang. Itu juga dosa. Lagipula, kita tau kalau sebenarnya mereka tidak mendapatkan apa-apa, nol besar saja.

Lebih baik, urusi diri sendiri, pahami hakikat belajar. Semoga saja, kita akan lebih baik dari mereka dalam arti yang sebenar-benarnya.

0 komentar:

Poskan Komentar

Minta kritik/saran/pendapatnya dong^^