22 Juli 2014

Bunga Hitam

Terdengar suara bedebum ketika aku sampai di rumah. Dan yang kulihat di depan mataku kini adalah kakekku diantara reruntuhan tembok. Di sebrangnya seorang pria mengangkat tangannya ke depan.

"Kakek!" Seruku, kakek tidak bergerak. Malah pria itu menengok kearahku dengan pandangan tajam. Aku kaget bukan kepalang ketika mengetahui siapa dia, lebih kaget lagi melihat pola bunga hitam di sudut-sudut matanya.