Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2014

Anak Panah (Part 05)

Warning : Ini adalah part terakhir dari cerbung Anak Panah, jika anda pembaca baru. Saya sarankan membaca dari Part 1 di sini. Anda telah diperingatkan *jadi serem gini* Theo sedang menonton televisi ketika Differ pulang pukul sembilan. Ia memandangi Theo sedih, lalu ikut duduk menonton televisi

"Dari mana Maurice?" Tanyanya
"Mrs. Beauchamp" katanya tegas
"Eh, apa yang kau lakukan?"
"Hanya berkunjung" jawab Differ lagi
"Berkunjung?"
Differ tidak menggubrisnya dan memandang Theo kasihan. "Theo," panggilnya
"Ya?"
"Lebih baik kau jauhi Flo"
"Eh, kenapa tiba-tiba membahas Flo?"
"Kalian tidak akan cocok, dan dia tidak pantas untukmu"
"Apa?"
"Aku sudah tau, aku sudah tau siapa yang membunuh Archie, juga meracuni Rene"
"Apa maksudmu kau sudah tau?" Theo benar-benar heran
"Aku sudah tau, perempuan itu, bisa-bisanya dia membohongiku. Aku sudah tau, jadi kau ha…

Anak Panah (Part 04)

Begitu Differ sampai di rumah, lagi-lagi ia mendapati suasana lengang. Ia tidak menemukan bibi Jane di manapun, tapi ia tidak yakin jika Theo bekerja. Ia ingin mengobrol sekarang, maka ia pergi ke Klub Panahan untuk memastikan apa ada orang di sana. Benar saja, setidaknya ia melihat ada dua orang yang sedang berlatih dan seseorang yang duduk di kursi panjang. Awalnya ia pikir yang duduk itu adalah Hana, ternyata dia Flo.
"Anda tidak berlatih Miss Slicker?" Tanyanya Differ. Bukannya menjawab, Flo malah menatapnya marah
"Bisa anda memanggil saya dengan Flo saja?"
"Eh, maaf saya tidak tahu anda tidak suka"
"Akhir-akhir ini semua orang menyebalkan"
"Ada apa?"
"Lihatlah, kami bahkan hanya berlatih bertiga"
"Lalu? Aku kira bahkan klub ini sebentar lagi bubar" Differ lalu tertawa sejenak
Flo memandangi Differ lagi, "kami tidak akan bubar Miss Differ, bahkan walau anggotanya hanya tinggal bertiga-pun kami tidak akan b…