23 Juni 2014

Anak Panah (Part 05)

Warning : Ini adalah part terakhir dari cerbung Anak Panah, jika anda pembaca baru. Saya sarankan membaca dari Part 1 di sini. Anda telah diperingatkan *jadi serem gini*
Theo sedang menonton televisi ketika Differ pulang pukul sembilan. Ia memandangi Theo sedih, lalu ikut duduk menonton televisi

"Dari mana Maurice?" Tanyanya

"Mrs. Beauchamp" katanya tegas

"Eh, apa yang kau lakukan?"

"Hanya berkunjung" jawab Differ lagi

"Berkunjung?"

Differ tidak menggubrisnya dan memandang Theo kasihan. "Theo," panggilnya

"Ya?"

"Lebih baik kau jauhi Flo"

"Eh, kenapa tiba-tiba membahas Flo?"

"Kalian tidak akan cocok, dan dia tidak pantas untukmu"

"Apa?"

"Aku sudah tau, aku sudah tau siapa yang membunuh Archie, juga meracuni Rene"

"Apa maksudmu kau sudah tau?" Theo benar-benar heran

"Aku sudah tau, perempuan itu, bisa-bisanya dia membohongiku. Aku sudah tau, jadi kau harus menjauhi Flo"

"Maksudmu, kau sudah tau. Kau sudah tau semuanya?"

"Semuanya. Aku tau dia mengkhianati kakaknya, ya ampun, setelah apa yang kakaknya berikan selama ini, dia mengkhianatinya hanya karna cemburu!, aku juga tau kenapa kau begitu pucat ketika tau isi teh itu bukan teh. Itu ganja.. Aku tau dia pengedar narkoba dan obat bius, aku tau dia adalah otak dari semua ini. Aku tau kau berusaha melindunginya sehingga menyembunyikan surat-suratku, kalau tidak kenapa kau tau balasan itu penting? Itulah kenapa kau dan Flo tidak cocok, karena salah satu dari kalian adalah penjahat"

Theo memandangi Differ. Antara tidak percaya dan kesal

"Ini benar-benar menyedihkan, setelah berhari-hari tinggal disini. Seharusnya aku tau sejak awal. Yah selamat malam Theo, besok pagi aku akan menemui Inspektur Sprig dan menceritakan semuanya, aku harap kau tidak melakukan hal yang aneh-aneh. Bunuh diri misalnya.." Differ tersenyum getir dan pergi meninggalkan Theo.

***

Differ terbangun di ruangan serba putih, ia mencoba duduk tapi kepalanya sakit. Ia mengendus dan sadar akan bau yang tak asing, rupanya ia sedang di rumah sakit. Masuk akal, kepalanya sakit dan ia di rumah sakit. Ia melihat lagi ada sekelilingnya ada bibi Jane menangis tersedu-sedu dan Sprig yang mencoba menenangkannya.

"Hey" Ia mencoba memanggil Sprig "apa yang terjadi?"

"Maurice!" bibi Jane begitu kaget sekaligus senang melihat Differ yang berbicara "Aku pikir kau mati nak, kau pingsan selama enam jam!! Untung polisi ini datang!"

"Tidak bibi Jane, aku tidak sebaik itu untuk mati muda" ia tertawa sebentar "Apa yang terjadi?" Ia bertanya lagi

"Theo! Theo anakku, aku tidak percaya!" Bibi Jane menjadi menggebu-gebu lagi. Differ kini mengerti,

"Bibi pulang saja, bibi pasti lelah" kata Differ

"Nah, sudah kubilangkan? Ayo bi, aku akan mengantarmu" Eddy kemudian menuntun bibi Jane keluar ruangan. Differ baru sadar, di ruangan itu juga ada Flo dan Rene.

"Dengan kejadian ini. Berarti teoriku benarkan Sprig?"

"Untuk urusan tertentu. Kau memang nekat Maurice"

"Apa yang sebenarnya terjadi Miss Differ?, kenapa Theo, Hana dan Emily di tangkap?" Tanya Rene. Ia duduk di kursi yang tadi di tempati bibi Jane

Differ mencoba duduk, kepalanya sudah tidak sakit lagi sekarang. "Itu karena mereka adalah orang jahat Miss Coney"

"Tapi, bagaimana bisa?" Ia tidak mengerti

"Pertama, kejadian di lapangan tembak. Emily-lah yang membunuh Archie. Ya, memang terdengar sangat tidak mungkin. Tapi pada kenyataannya ia tidak ada di kamar mandi saat itu. Saksi yang ada di kamar mandi memang tidak berbohong. Ia memang melihat seseorang bermantel coklat di sana. Tapi itu bukan Miss Dye. Karena pernyataan Miss Donovan yang mengatakan bahwa ada foto Nelson Mandela di koranku, padahal foto yang di maksud adalah Bill Cosby.

"Keduanya memang tampak mirip jika kita tidak teliti. Hal ini membuat saya curiga jangan-jangan Miss Donovan salah menilai orang, jangan-jangan orang di kamar mandi itu bukan Emily. Flo juga bilang kalau Emily menenteng mantelnya kemana-mana, tidak memakainya. Itu cocok karena Emily dikenal tidak terlalu peka pada cuaca. Lalu darimana ia mendapatkan anak panah dan busur? Bukankah ia tidak membawanya? Karena alasan ia masih pemula dan itu berbahaya. Soal anak panahnya, mudah saja.. Anda yang memberitahu dimana kuncinya kan Miss Coney?"

"Eh, itu karena ia adikku Miss Differ" kata Rene

"Nah, ia kemudian mengukirnya dengan inisialnya, ia ingin pembunuhan ini menjadi dramatis. Kepada siapa ia menitipkannya? Dan darimana ia dapat busurnya? Aku tidak tau, yang mana tapi yang pasti salah satu antara milik Flo atau Eddy. Dalam hal ini Hana atau Theo pasti membantunya. Tapi sayang, bukankah sejak awal kita tau Emily adalah pemanah pemula, tidak profesional, dan agak ceroboh? Maka bidikannya meleset"

"Me.. Meleset? Maksud anda, bukan Archie yang ingin dibunuhnya? Tapi.." Flo memandangi Rene

"Tentu saja, bukankah ia amat mencintai Archie? Bahkan meski bertahun-tahun tidak bertemu. Bukankah suaranya bergetar ketika memberi ucapan selamat pada Rene? Ia cemburu, itu motif utamanya"

Rene menutup mulutnya, hendak menangis. Tidak percaya bahwa saudari angkatnya itu...

"Tapi, nasi sudah menjadi bubur. Rencana selanjutnya tetap dilanjutkan. Theo dan Hana yang sudah bersiap di jalur tengah kemudian membawa estafet kedua busur itu ke sungai. Sehingga kemarin di temukan oleh anak buah Sprig. Juga satu hal lagi yang menguatkan dugaan ini, anak buah Sprig juga menemukan mantel coklat di dalam lubang pohon besar, saya bisa pastikan itu milik Emily, ia tidak mungkin membidik sambil menenteng mantel bukan? Miss Dye agak kekanakan, ia tidak bisa menyalahkan dirinya sendiri pada kematian Archie, ia menyalahkan angin, angin yang tidak pernah ia rasakan"

Rene kini benar-benar menangis. "Jadi semua ini hanya salah paham saja.." Katanya sambil tersedu-sedu

"Salah paham?" Semua orang heran

"Emily kira, Emily kira aku akan menikah denga Archie? Ya Tuhan, semua ini salah paham saja.."

"Apa maksudmu Rene?" Tanya Flo

"Saat aku bilang, aku akan menjadi Mrs. Brood.. Yang aku maksud itu Eddy!! Ya Tuhan! Bagaimana mungkin aku menikah dengan Archie! Aku tau Emily menyukainya, bagaimana mungkin aku menikah dengan Archie!"

Semua orang terdiam, benar-benar menyeramkan ketika orang lain mati hanya karena 'salah-paham'. Emily dan semua orang mengira Rene akan menikah dengan Archie, ia cemburu. Dan satu nyawa melayang.

"Lanjutkan Miss Differ, kenapa Theo dan Hana membantu Emily?"

"Anda tau tidak? Kenapa saya pergi dari desa ini pada usia 13 tahun? Dan tidak pernah kembali selama 17 tahun lamanya? Teman-teman seusia saya disini, bukan teman yang baik. Tapi saya tidak punya teman selain mereka, saya terpaksa berteman dengan mereka, saya tau ini terdengar berlebihan. Tapi, teman-teman saya itu licik, tapi mau-tidak mau saya harus berteman dengan mereka. Saya tidak pernah mengerti cara berpikir mereka, katakanlah saya bingung hingga frustasi. Saya pergi jauh dari sini, ke asrama yang sama dengan Sprig"

"Maksud anda, teman-teman yang licik itu termasuk Theo? Dan Hana juga?"

"Theo, dia sepupu saya, ia lahir dan besar disini. Hana, saya tidak mengenalnya tapi ia berani-beraninya dia bilang lahir dan besar di sini.. Itulah kesalahan fatalnya, ia berbohong pada saya, berbohong dengan santai. Bahkan jika ia benar orang asli sini, ia sama liciknya. Lalu ketika saya tanya "Apakah di negara anda juga ada tradisi minum teh?" Ia menjawab "Oh ya, Ada. Hanya saja kami tidak menyukai teh yang kental sebagaimana anda". Kalau dia memang lahir dan besar di sini seharusnya ia refleks menjawab "Apa maksud anda? Negara kita kan sama". Ia pembohong dan saya tidak suka, saya meragukan pernyataanya bahwa ia pemanah profesional. Saya mengirim surat pada teman saya Ashley, ia sangat suka olahraga kuno, seperti berkuda dan panahan, dan baru membaca jawabannya sore kemarin. Bahwa Hana bukanlah pemanah profesional, ia tidak mengenalnya. Saya juga tidak pernah melihatnya memanah, setiap datang ke klub, ia selalu sedang duduk, bahkan tanpa keringat. Lalu, kenyataan bahwa benda dalam bungkus teh itu bukanlah teh. Miss Hana ceroboh memberikan saya bungkus teh yang salah

"Theo, seperti yang saya bilang tadi dia salah satu teman masa kecil saya. Bibi Jane bilang ia bekerja mengurus imigrasi dan sebagainya. Dan begitulah Ia yang membuat Hana bisa tinggal disini. Saya juga sangat tidak suka ketika ia 'mempengaruhi' bibi Jane untuk ke panti jompo, saya berpikiran buruk tentangnya. Jangan-jangan ia begitu matrealistis sehingga ingin bibi Jane minggat. Lalu, ketika Miss Coney diracuni. Mengapa ia harus diracuni? Karena sejak awal, mereka bertiga ingin anda mati. Tapi, apa untungnya? Hei, bukankah jika salah satu anggota panahan mati, uang mereka akan diberikan sebagian pada keluarga terdekat, juga Klub panahan dan anggotanya?. Itu dia harta, dan Miss Coney, anda adalah yang paling kaya di antara klub panahan"
"Maka, Emily yang cemburu di tambah Hana dan Theo yang sejak lama sudah bersekongkol, merencanakan semuanya"

Semuanya diam, menghela nafas tidak percaya dengan yang sebenarnya terjadi.

"Terakhir saya mengetes Theo, mengatakan saya mengetahui segalanya dan seolah-olah belum memberitahu Sprig. Jika ia bersalah, ia akan bingung dan bertanya "Surat apa? Apa maksudnya ganja? Dan mengira orang yang saya maksud adalah Flo dan Mr. Brood. Tapi ia mengerti apa yang saya katakan, dan saya mendapat pukulan di kepala. Apa tadi bibi bilang? Untung ada polisi ini, kau menguntitku ya? Atau seperti kata para pembual itu, kau punya insting yang tajam? Aku tidak ingat kau pernah mengatakannya, kecuali Robbie dan ..." Kalimat Differ terpotong oleh pernyataan Sprig

"Flo menelponku. Dia bilang perasaannya tidak enak"

Differ kini menatap Flo dengan pandangan bersalah

"Ini benar-benar menyedihkan" Flo murung. "Bagaimana dengan klub panahan kami? Bagaimana klub panahan Slagy Lac bisa menjadi klub panahan Slagy Lac tanpa ada orang asli Slagy Lac di dalamnya?"

"Saya ikut sedih dengan yang terjadi pada Theo" kata Differ "Soal klub panahan, saya ingat seseorang pernah berkata 'kami tidak akan bubar, bahkan walau anggotanya hanya tinggal bertiga-pun kami tidak akan bubar. Tidak sampai kami semua tewas'"

"Anda benar Miss Differ. Ayo Rene, kita pulang. Berlatih esok hari dan memenangkan lomba panahan bulan depan"

~Tamat~

0 komentar:

Poskan Komentar

Minta kritik/saran/pendapatnya dong^^