Postingan

All is New

Gambar
"Out of the shadow The morning is breaking And all is new"
Kutipan yang aku jadikan caption IG itu adalah lirik dalam salah satu lagu dalam musikal Dear Evan Hansen yang berjudul You Will Be Found. Lirik berikutnya adalah, it filling up the empty, and suddenly I realize, all is new, all is new.
Tadinya lirik baru sambungan itu mau aku pakai lagi sebagai caption untuk foto selanjutnya—yang mungkin adalah foto bersama makrab kelas. Karena toh, foto yang saya pakai untuk lirik sebelumnya juga foto pas makrab.
Menghubungkan lagu itu dengan foto , rupanya memberikan efek tersendiri buatku. Kesadaran bahwa, saat ini adalah titik balikku semakin terasa.
Sudah berapa kali aku berkata bahwa aku sangat bersyukur karena aku kuliah, dan lebih dari itu seolah mempunyai kehidupan baru? Seolah mereset kehidupan lama.
Setahun ini, aku lebih fokus pada penerimaan diri. Aku mencari lebih banyak soal apa yang sedang menimpaku dan berusaha mencari tau solusinya. Aku bercerita pada orang-orang tentang …

Surat Cinta Cahaya Pagi: The Gallery

Gambar
STOP AND READBerikut ini aku akan menampilkan gambar-gambar IMAJINASI ku soal tokoh-tokoh di Surat Cinta Cahaya Pagi. Kalian tentu paham aku sangat lemah dalam deskripsi fisik karakter, sehingga seringnya aku menggambar sendiri mereka supaya aku tidak lupa dengan bentuk mereka. Tetapi karena aku jarang menuliskannya, mungkin imajinasi kalian dengan imajinasiku jadi berbeda dan gambar-gambar ini mungkin MERUSAK imajinasi kalian. Jadi, yah, aku cuma mau bilang aku gak terima dihujat gara-gara penggambaranku berbeda dengan imajinasi kalian. Namun, aku tetap menerima kritik membangun kok, selow πŸ˜ƒ




Surat Cinta Cahaya Pagi (Bagian 07)

Gambar
Kalah Jumat, 18 Maret
"Menjauh. Tunggu. Fokuslah pada hal lain."
Sebagian dari diri Genji yakin maksudnya adalah ujian nasional yang kian dekat. Sebagian dari yang lain berusaha merasionalkan bahwa apapun maksudnya, bukanlah itu. Lagi pula, untuk sekarang, ujian nasional—seberapa pun menyeramkan kedengarannya—bukanlah masalah baginya. Bukan berarti dia merasa kelewat pintar hingga yakin bisa menyelesaikannya dengan mudah nanti, pokoknya hal itu tak perlu di khawatirkan. Genji praktis tak punya beban menyoal akademiknya dan dia tak bisa lebih bersyukur lagi.
Nah, kembali, kemana tujuannya setelah ini? Jelas bukan lapangan kosong samping parkiran Pak Haji Wahid. Walau ia tak yakin juga apa akan ada orang di sana. Sekolah? Dia ragu. Tempat itu hanya lima langkah sebrang jalan dari tempatnya berdiri, banyak orang yang ia kenal di sana. Dan mereka semua tak ada hubungannya dengan apa yang baru saja Rangga bicarakan dengannya. Seharusnya ia tak ragu lagi.
Beberapa orang melambaik…

Surat Cinta Cahaya Pagi (Bagian 06)

Gambar
Penunggu Lorong Sabtu, 18 Maret
Tuk.
Ada kepuasaan aneh yang Satria rasakan setelah memelototi jam tangannya sejak tadi. Tiga puluh menit. Sudah tepat setengah jam sejak ia menunggu di sini.
Lorong ruang-ruang ekskul selalu terkenal dengan kemisteriusannya. Mungkin karena tempat ini jarang didatangi, kecuali pada sore hari ketika anak-anak mengambil peralatan yang mereka butuhkan. Selain itu, orang lebih memilih untuk melaksanakan kegiatan ekskul mereka di tempat lain.
Satu-satunya ruangan ekskul yang sering di pakai adalah ruang musik. Dipakai bergilir oleh anak-anak mustra, tari, padus dan teater. Kadang ada keributan kecil soal jadwal, dan karena kebetulan dulu semua ketua ekskul itu sekelas dengannya. Sering ada drama menarik terjadi di kelas.
Anak tari dan teater beralasan mereka butuh dinding cermin yang di pasang di sana. Anak padus beralasan ruangan kedap suara itu sempurna untuk menyanyi. Dan anak mustra selalu bilang kalau empat set angklung dan dua set gambang dan degung t…

Surat Cinta Cahaya Pagi (Bagian 05)

Gambar
Rangga Sabtu, 18 Maret
Ican (kraimmastah) : Kakak ipar, 😘 Ican (kraimmastah) : Ijin mau jemput princess sekolah hari ini πŸ’•
Genji menjatuhkan ponselnya. Pesan yang Ican kirimkan membuatnya ingin muntah. Sayangnya masih terlalu pagi untuk itu, kesadarannya saja belum sepenuhnya terkumpul. Dia baru saja bangun, dan melakukan hal pertama yang dilakukan semua remaja langgas ketika bangun, memeriksa gawai. Notif pesan dari Ikhsan muncul paling pertama, penunjuk waktunya menunjukkan pesan itu dikirim pukul tiga pagi.
Genji menarik nafas dalam-dalam mencoba menenangkan diri. Orang gila itu hanya ingin membuatnya marah saja, jadi lebih baik kalau Genji tidak mengikuti keinginannya. Lagipula, sekolah apanya? Ini kan hari Sabtu! Memangnya Genji bodoh? Dia sudah bersiap menarik selimut lagi dan mengabaikan ancaman Ikhsan. Genji benar-benar mengantuk, kemarin dia baru tidur pukul satu setelah sebelumnya melakukan perjalanan jauh ke Tjimore untuk membeli roti. Pasti itu juga yang jadi alasannya tidak…

Surat Cinta Cahaya Pagi (Bagian 04)

Gambar
Kakak - Adik Jumat, 17 Maret 2017
Canggung.
Sora sudah terbiasa menghabiskan sorenya sendirian di rumah. Khususnya dua tahun ini. Dan bukannya ia mengeluh, memang siapa sih yang tak suka menguasai rumah? Baginya saat-saat sore di rumah adalah surga. Dia bisa melakukan apapun, secara harfiah. Memainkan musik keras-keras, ikut bernyanyi dengan bebas, bahkan aturan berpakaian juga di hapus.
Tapi hari ini sepertinya memang spesial sekali. Setelah pagi tadi sibuk urusannya dengan Pak Soleh, lalu kakak-kakak kelas yang super kepo, ia juga dibuat merinding dengan kelakuan Genji. Seolah menemukan dia sudah pulang sebelum maghrib itu tidak kurang aneh.
Yah, Sora harus merelakan sorenya yang damai, karena ia juga tak mau mempertanyakan kelakuan kakaknya. Toh percuma, Genji tak akan jujur. Seperti yang selalu dilakukannya setiap Sora bertanya alasan hal-hal tidak biasa yang dilakukannya. Jadi rencananya adalah mengurung diri di kamar sampai pagi.
Rencana yang sayangnya harus gagal.
Ayahnya tiba-…

Surat Cinta Cahaya Pagi (Bagian 03)

Gambar
Kriminal Jumat, 17 Maret
Orang bilang nama adalah doa. Harapan yang diberikan orang tua agar masa depan anaknya sebaik nama yang diberikan pada anak-anaknya. Kalau memang begitu, Satria menanggung beban berat karena harapan orang tuanya. Bahkan sekarang ini beban dipunggungnya bukanlah bagaimana ia memenuhi harapan itu, tapi kekecewaan orang tuanya karena harapannya tak akan tercapai.
Nama lengkap Satria adalah Satria Farad Umar. Meski tidak pernah diberi tau langsung apa maksudnya ia diberi nama begitu, Satria bisa menebak kalau orang tuanya ingin dia jadi orang cerdas yang tegas dan melindungi orang-orang. Dan yang terjadi adalah 180 derajat kebalikannya.
Logika Satria sederhana saja, kalau dia memang cerdas, dia pasti sudah di terima di SMA favorit Kota Bogor tiga tahun lalu. Dan bukannya terjebak di sini, lalu menjadi bulan-bulanan karena ia tidak tegas apalagi bisa melindungi orang lain.
"Motor!"
Meski begitu, Satria menyukai namanya. Toh, itu hadiah pertama yang diber…